Siapa yang tertidur dari melaksanakan salat witir atau lupa, hendaklah dia melaksanakannya ketika ingat

Hadis sahih

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه مرفوعًا: «من نام عن وتره، أو نسيه، فَلْيُصَلِّه إذا ذكره».

Dari Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Siapa yang tertidur dari melaksanakan salat witir atau lupa, hendaklah dia melaksanakannya ketika ingat."

Sumber: Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad

Penjelasan

Siapa yang tertidur dari melaksanakan salat witir hingga pagi tiba atau lupa, hendaknya dia melaksanakannya setelah terbit fajar sebagai pelaksanaan bukan sebagai qada. Hadis mulia ini menjelaskan dibolehkannya salat witir meskipun setelah terbit fajar kedua bagi orang yang lupa atau lalai. Sebab, orang itu secara syariat berhalangan.

Hadits, terjemahan, derajat dan penjelasan: Ensiklopedia Hadits Terjemah, HadeethEnc.com (diambil 2026-11-02). Lihat di HadeethEnc.com