Rasulullah ﷺ sangat giat beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan lebih daripada waktu lainnya

Sahih

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المؤْمِنينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ.

Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, "Rasulullah ﷺ sangat giat beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan lebih daripada waktu lainnya."

Sumber: HR. Muslim

Penjelasan

Apabila sepuluh malam terakhir Ramadan tiba, Nabi ﷺ bersungguh-sungguh melakukan ibadah dan ketaatan serta sangat giat melakukan berbagai macam kebaikan yang lebih daripada kesungguhan beliau di waktu lainnya. Hal itu disebabkan oleh keagungan dan keutamaan malam-malam tersebut sekaligus dalam rangka berburu lailatulkadar.

Pelajaran dari hadits ini

  • Anjuran memperbanyak kebajikan dan aneka macam ketaatan sepanjang bulan Ramadan secara umum, khususnya sepuluh malam terakhir.
  • Sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai dari malam ke-21 sampai akhir bulan.
  • Anjuran memanfaatkan waktu-waktu mulia dengan ketaatan.

Hadits, terjemahan, derajat dan penjelasan: Ensiklopedia Hadits Terjemah, HadeethEnc.com (diambil 2026-11-02). Lihat di HadeethEnc.com