Janganlah engkau marah!

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: «لَا تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ: «لَا تَغْضَبْ».

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ, "Berilah aku wasiat." Beliau bersabda, "Janganlah engkau marah!" Orang itu mengulangi permintaannya berkali-kali, tetapi beliau tetap bersabda, "Janganlah engkau marah!"

Sumber: HR. Bukhari

Penjelasan

Salah seorang sahabat -raḍiallāhu 'anhum- meminta kepada Nabi ﷺ agar ditunjukkan pada sesuatu yang akan berguna baginya. Beliau lantas memerintahkannya agar tidak marah. Maksudnya adalah agar dia menjauhi sebab-sebab yang dapat memicu amarahnya serta mengendalikan diri ketika dihinggapi amarah, yaitu dia tidak boleh terbawa amarahnya sampai membunuh, memukul, mencaci atau lain sebagainya. Laki-laki tersebut mengulang permintaannya beberapa kali, tetapi beliau ﷺ tidak memberikannya wasiat lebih dari mengatakan "janganlah engkau marah."

Pelajaran dari hadits ini

  • Peringatan terhadap marah dan sebab-sebabnya; karena marah mengumpulkan semua keburukan, sedangkan menjaga diri dari marah mengumpulkan semua kebaikan.
  • Marah karena Allah seperti marah ketika larangan Allah dilanggar termasuk marah yang terpuji.
  • Mengulang-ulang perkataan ketika dibutuhkan supaya orang yang mendengar paham dan mengetahui urgensinya.
  • Keutamaan meminta wasiat pada orang berilmu.

Hadits, terjemahan, derajat dan penjelasan: Ensiklopedia Hadits Terjemah, HadeethEnc.com (diambil 2026-11-02). Lihat di HadeethEnc.com