Sempurnakanlah saf yang terdepan kemudian yang berikutnya. Kalaupun ada saf yang kurang (tidak sempurna), jadikan di saf paling belakang

Sahih

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَتِمُّوا الصَّفَّ المُقَدَّمَ، ثُمَّ الَّذِي يَلِيهِ، فَمَا كَانَ مِنْ نَقْصٍ فَلْيَكُنْ فِي الصَّفِّ المُؤَخَّرِ».

Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Sempurnakanlah saf yang terdepan kemudian yang berikutnya. Kalaupun ada saf yang kurang (tidak sempurna), jadikan di saf paling belakang."

Sumber: HR. Abu Daud dan Nasai

Penjelasan

Nabi ﷺ memerintahkan kaum laki-laki yang mengerjakan salat secara berjamaah agar menyempurnakan saf pertama, baru kemudian menyempurnakan saf setelahnya, dan seterusnya. Apabila didapat kurang pada saf, hendaklah kekurangan tersebut di saf akhir.

Pelajaran dari hadits ini

  • Penjelasan sunnah tentang meluruskan saf.
  • Orang-orang yang salat tidak boleh membiarkan kekurangan terjadi pada saf-saf bagian depan, tetapi kekurangan tersebut dijadikan pada saf belakang.

Hadits, terjemahan, derajat dan penjelasan: Ensiklopedia Hadits Terjemah, HadeethEnc.com (diambil 2026-11-02). Lihat di HadeethEnc.com