Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia

Hasan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ».

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia."

Sumber: HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, Ahmad, dan Baihaqi

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa beliau diutus oleh Allah ﷻ hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia dan akhlak baik. Nabi ﷺ diutus sebagai penyempurna bagi rasul-rasul sebelumnya dan penyempurna bagi akhlak-akhlak Arab yang baik. Bangsa Arab adalah orang-orang yang mencintai kebaikan dan benci terhadap keburukan, mereka juga orang-orang yang memiliki muruah, kedermawanan, dan keberanian. Nabi ﷺ diutus untuk menyempurnakan kekurangan yang ada pada akhlak mereka seperti membangga-banggakan nasab, sombong, merendahkan orang miskin, dan lain sebagainya.

Pelajaran dari hadits ini

  • Anjuran memiliki akhlak mulia dan larangan dari kebalikannya.
  • Urgensi akhlak baik dalam syariat Islam, dan ia termasuk bagian dari prioritasnya.
  • Bangsa jahiliah memiliki sisa-sisa akhlak yang baik, di antaranya dermawan, pemberani, dan lain sebagainya, lalu Islam datang untuk menyempurnakannya.

Hadits, terjemahan, derajat dan penjelasan: Ensiklopedia Hadits Terjemah, HadeethEnc.com (diambil 2026-11-02). Lihat di HadeethEnc.com